Mengenal Tentang Fire Alarm Control Panel dan Kegunaannya

Posted on Jul 14, 2023

Fire alarm control panel atau Panel kontrol dalam sistem alarm kebakaran merupakan komponen pengendali utama dalam sistem alarm kebakaran dengan pasokan....


Fire alarm control panel atau Panel kontrol dalam sistem alarm kebakaran merupakan komponen pengendali utama dalam sistem alarm kebakaran dengan pasokan daya sendiri serta rangkaian inisiasi dan notifikasi. Dilengkapi sensor, panel kontrol memantau lingkungan sekitar dan mengambil tindakan yang tepat dalam situasi darurat. 

Mengenal Tentang Fire Alarm Control Panel dan KegunaannyaKey Takeaways:

  • Memahami fungsi penting dari control panel dalam sistem alarm kebakaran serta komponen dan cara kerjanya
  • Mengetahui jenis panel kontrol alarm terbaik.

Komponen dan Cara Kerja Fire Alarm Control Panel

Dalam instalasi sistem alarm kebakaran, panel kontrol mudah dijumpai dan dijangkau orang karena memiliki tampilan fisik yang khas. Secara umum, kontrol panel alarm kebakaran tampak seperti kotak berwarna mencolok (mumnya merah) dengan tombol, layar dan indikator di dalamnya.

Komponen utama dari panel kontrol terdiri atas:

1. Kabinet FACP

Kabinet Fire Alarm Control Panel merupakan casing yang dirancang khusus untuk menampung dan melindungi panel kontrol utama sistem alarm kebakaran. Kabinet berfungsi sebagai wadah yang memungkinkan akses terhadap panel kontrol dan memberikan perlindungan terhadap komponen-komponen penting sistem.

Kabinet control panel fire alarm biasanya terbuat dari bahan yang tahan terhadap kejutan mekanis, korosi, dan elemen lingkungan lainnya. Material yang umum digunakan adalah logam khusus baja atau aluminium sehingga mampu memberikan kekuatan dan ketahanan yang diperlukan. 

Bagian dalam terdapat control panel utama yang dilengkapi dengan berbagai tombol, indikator dan layar. Tombol-tombol yang ada digunakan untuk mengoperasikan sistem, seperti mereset alarm, mematikan suara alarm, atau mengakses menu pengaturan. Indikator visual yang tampak seperti lampu indikator maupun dalam bentuk teks memberikan informasi mengenai status sistem alarm kebakaran, seperti apakah dalam kondisi siap, aktif, atau bermasalah.

Kabinet FACP juga sering menyediakan ruang untuk meletakkan baterai cadangan. Baterai ini berfungsi sebagai sumber daya darurat dalam keadaan terputusnya pasokan daya utama, sehingga sistem alarm kebakaran tetap beroperasi dengan baik. Kabinet dirancang sedemikian rupa sehingga baterai dapat diakses dan diganti dengan mudah jika diperlukan.

2. Perangkat Input

Perangkat input dalam fire alarm system dapat berupa detektor asap maupun berupa manual pull station. fungsi perangkat ini adalah untuk memberikan sinyal ke panel kontrol ketika terjadi perubahan suhu (panas) atau beberapa indikator potensi kebakaran seperti asap. 

Mengapa perangkat input seringkali disebut juga sebagai perangkat inisiasi? Sebab dirancang untuk mengambil inisiatif pertama dalam merespons perubahan di sekitar gedung serta  menentukan kondisi kebakaran seperti seberapa fatal kebakaran tersebut. Berdasarkan hal ini, tindakan pencegahan akan diambil.

3. Rangkaian Sirkuit

Rangkaian sirkuit menghubungkan perangkat input, seperti detektor asap, detektor panas, atau perangkat deteksi lainnya, dengan panel kontrol. Rangkaian ini memungkinkan aliran informasi dan sinyal yang diperlukan untuk mendeteksi dan merespons kebakaran. 

Rangkaian sirkuit terdiri atas:

  • Kabel atau Penghubung yang berfungsi sebagai jalur fisik untuk mengirimkan sinyal dan informasi antara perangkat input dan control panel. Biasanya terhubung melalui terminal atau klem yang sesuai di kedua sisi.
  • Terminal atau Klem sebagai titik penghubung dalam rangkaian sirkuit yang merupakan tempat di mana kabel dari perangkat input dan panel kontrol dihubungkan. 
  • Sirkuit Penerima Sinyal yang berfungsi untuk menerima sinyal dari perangkat input yang terhubung (detektor asap dan detektor panas). Sirkuit mendeteksi perubahan atau sinyal yang dikirim oleh perangkat input ketika deteksi kebakaran terjadi.
  • Sirkuit Pemrosesan Sinyal yang bertanggung jawab untuk menerima dan memproses sinyal yang diterima dari perangkat input. Sirkuit ini akan menganalisis sinyal dan mengambil tindakan yang sesuai berdasarkan informasi yang diterima. 
  • Sirkuit Pengendalian yang berfungsi untuk mengatur berbagai fitur seperti pengaturan alarm, pengujian perangkat, pemutusan daya, atau pengaktifan sistem pemadaman otomatis. 

4. Perangkat Output

Tujuan utama dari perangkat output dalam control panel adalah memberikan pemberitahuan dalam situasi darurat. Perangkat output ini bisa berupa alarm, lampu, atau lampu kilat. Perangkat output ini terhubung ke rangkaian sirkuit. Ini disebut sebagai perangkat notifikasi dalam sistem alarm kebakaran.

***

Secara umum, panel kontrol alarm berfungsi sebagai otak atau pusat dari sistem alarm. Perangkat ini mengintegrasikan dan mengendalikan berbagai komponen sistem alarm kebakaran mulai dari detektor asap, detektor panas, pemancar suara, lampu peringatan, dan perangkat lainnya. 

Berikut cara kerja panel kontrol alarm dalam sistem alarm kebakaran:

  1. Proses Deteksi. Beberapa sistem detektor seperti detektor asap dan detektor panas yang terhubung ke panel kontrol alarm secara terus-menerus memonitor kondisi lingkungan dan mendeteksi adanya kebakaran atau bahaya lainnya. Ketika detektor mendeteksi keadaan yang mencurigakan, maka akan mengirimkan sinyal ke panel kontrol.
  2. Proses Analisis Sinyal. Ketika control panel fire alarm menerima sinyal dari detektor yang terhubung, sistem akan menganalisis sinyal tersebut untuk mengidentifikasi jenis bahaya yang terdeteksi dan mengklasifikasikannya untuk menentukan tindakan yang perlu diambil. Terdapat tiga jenis sinyal yang diterima langsung oleh control panel fire alarm yakni:
  • Sinyal pengawasan, yakni sinyal yang dapat dianggap sebagai permintaan "Harap perhatikan ini sekarang!". Sinyal pengawasan tidak akan mengaktifkan perangkat notifikasi atau menyebabkan mobil pemadam kebakaran datang, tetapi digunakan untuk memberi tahu staf gedung tentang masalah yang dapat mengganggu fungsi yang tepat dari sistem kebakaran.
  • Sinyal masalah, yakni sinyal yang umumnya menunjukkan masalah kabel, komunikasi, atau baterai yang perlu ditangani.
  • Sinyal alarm, yakni sinyal yang mengindikasikan adanya kebakaran yang mungkin terjadi. Setelah menerima sinyal alarm, FACP secara otomatis mengaktifkan perangkat notifikasi suara dan visual untuk memberi peringatan kepada penghuni untuk segera mengungsikan diri dari bangunan. 
  1. Peringatan. Jika mengidentifikasi bahaya, panel kontrol akan mengaktifkan alarm seperti pemancar suara atau lampu peringatan. Pemancar suara akan menghasilkan suara yang khas, seperti sirine atau bunyi peringatan, sementara lampu peringatan akan berkedip atau menyala untuk memberikan tanda visual.
  2. Proses Kontrol dan Pengendalian. Selain memberikan peringatan, fire alarm control panel juga berfungsi untuk mengendalikan berbagai fungsi sistem termasuk mengaktifkan dan mematikan alarm, menguji perangkat serta mengatur parameter operasional. Pengguna dapat menggunakan panel kontrol untuk memantau status sistem, menerima laporan peristiwa serta mengontrol respons darurat.
  3. Komunikasi. Panel kontrol alarm dapat terhubung dengan pusat pemantauan keamanan atau dengan sistem komunikasi darurat lainnya untuk memberikan laporan dan memicu respons yang diperlukan dalam situasi darurat.
  4. Pemantauan dan Pelaporan. Setelah menjalankan proses peringatan kebakaran, panel kontrol alarm akan memantau status dan kondisi perangkat deteksi secara terus-menerus. Sistem ini dapat mendeteksi kesalahan atau gangguan pada perangkat, dan memberikan laporan tentang keadaan sistem secara berkala dan real time.

Baca juga: Mengenal Jenis dan Cara Kerja Fire Alarm System

 

Jenis Fire Alarm Control Panel

Jenis Fire Alarm Control PanelSejauh ini, tersedia setidaknya 4 jenis utama dari fire alarm control panel yang dapat ditemukan di MBS. Keempatnya memiliki karakteristik masing-masing yang akan diulas singkat di bawah ini. 

1. Panel Kontrol Alarm Adhoc

Control panel fire alarm Ad hoc adalah jenis panel kontrol alarm yang dirancang untuk digunakan dalam situasi darurat atau temporer, seperti acara khusus, konstruksi sementara, atau bangunan yang sedang direnovasi. Jenis ini menyediakan fungsi dasar alarm kebakaran untuk jangka waktu tertentu dan dapat dipasang dengan mudah serta dibongkar setelah selesai digunakan.

Karakteristik Fire Alarm Control Panel Ad hoc:

  1. Panel Kontrol Alarm Adhoc dirancang dengan tujuan portabilitas. Dilengkapi dengan casing yang mudah dipindahkan dan dapat dipasang dengan cepat di lokasi yang diinginkan. Sering pula dirancang dengan pegangan dan mekanisme penempatan yang memudahkan pengangkutan dan pemasangan.
  2. Meskipun tidak menyediakan fitur canggih seperti panel kontrol alarm addressable atau intelligent, panel kontrol Ad hoc menyediakan fungsi dasar alarm. Dengan dilengkapi zona atau loop, memungkinkan koneksi perangkat deteksi asap dan panas. Ketika ada deteksi kebakaran, panel kontrol ini akan memberikan peringatan suara atau visual melalui pemancar suara atau lampu peringatan yang terintegrasi.
  3. Dirancang dengan antarmuka yang sederhana dan mudah digunakan, memungkinkan pengguna yang tidak terlatih dalam sistem alarm kebakaran dapat dengan cepat memahami cara mengaktifkan atau mematikan alarm jika diperlukan.
  4. Digunakan dalam jangka waktu yang terbatas, sesuai dengan kebutuhan situasi darurat atau temporer.

2. Control Panel Fire Alarm Tipe Jaringan

Fire alarm control panel Jaringan adalah jenis control panel fire alarm yang dirancang untuk digunakan dalam sistem alarm kebakaran yang terhubung dalam jaringan. Jenis panel fire alarm ini memungkinkan komunikasi dan koordinasi antara beberapa panel kontrol alarm sekaligus untuk memberikan respons yang terkoordinasi dalam situasi darurat.

Adapun karakteristiknya sebagai berikut:

  1. Menggunakan jaringan komunikasi seperti jaringan LAN (Local Area Network) atau Ethernet untuk menghubungkan beberapa control panel system baik secara langsung maupun melalui perangkat bridge atau gateway.
  2. Melalui jaringan komunikasi, beberapa control panel fire alarm yang terhubung dapat berbagi informasi dan memberikan respons yang terkoordinasi dalam keadaan darurat. Sebagai contoh, bila terdeteksi kebakaran di satu area yang terhubung ke panel kontrol tertentu maka control panel fire alarm lain yang ada dalam jaringan dapat menerima informasi tersebut kemudian mengaktifkan alarm serta mengambil tindakan yang sesuai.
  3. Terhubung ke pusat pemantauan sentral atau pusat keamanan yang  memungkinkan operator pusat pemantauan dapat memantau dan mengendalikan sistem alarm kebakaran secara terpusat. Operator dapat menerima peringatan dari panel kontrol, melacak status perangkat deteksi serta mengambil langkah yang diperlukan untuk menanggapi keadaan darurat.
  4. Dirancang dengan skalabilitas tinggi yang memungkinkan panel kontrol baru dapat ditambahkan ke jaringan saat diperlukan sehingga dapat berinteraksi dalam sistem yang lebih besar. Dengan demikian sistem alarm kebakaran dapat diperluas dan disesuaikan dengan ukuran dan kompleksitas lingkungan yang lebih besar.
  5. Dapat terintegrasi dengan sistem keamanan lainnya seperti sistem pengawasan CCTV (Closed-Circuit Television), sistem akses kontrol dan sistem manajemen bangunan. Dengan demikian memberikan koordinasi yang lebih baik antara berbagai aspek keamanan dan memperkuat keseluruhan sistem keamanan dan keselamatan.

Sistem Jaringan dalam fire alarm control panel memberikan keuntungan dalam pemantauan dan pengendalian sistem alarm kebakaran yang terpusat dan terkoordinasi.

3. Control Panel Fire Alarm Addressable

Control panel fire alarm Addressable adalah jenis control panel fire alarm yang menggunakan teknologi addressable untuk menghubungkan perangkat deteksi ke panel kontrol. Setiap perangkat deteksi memiliki alamat unik yang memungkinkan panel kontrol mengidentifikasi lokasi secara spesifik saat terjadi kebakaran.

Karakteristik dari fire alarm control panel addressable adalah:

  1. Setiap perangkat deteksi dalam sistem alarm addressable memiliki alamat yang unik. Ini berarti bahwa panel kontrol dapat mengidentifikasi secara spesifik perangkat deteksi mana yang teraktivasi atau mendeteksi bahaya. Informasi ini membantu dalam identifikasi lokasi yang presisi dan memfasilitasi respons yang tepat.
  2. Menggunakan loop atau jalur untuk menghubungkan perangkat deteksi ke panel kontrol. Setiap loop dapat menghubungkan beberapa perangkat deteksi. Adanya loop memungkinkan penggunaan kabel yang lebih sedikit dibandingkan dengan panel kontrol conventional karena beberapa perangkat deteksi dapat terhubung dalam satu loop.
  3. Mampu memantau status dan kondisi setiap perangkat deteksi secara individu sehingga dapat mendeteksi kerusakan pada perangkat deteksi termasuk kabel, perangkat yang tidak berfungsi hingga detektor yang perlu diganti.
  4. Dapat mengidentifikasi dan melaporkan kesalahan yang terjadi pada perangkat deteksi. Misalnya, jika ada detektor asap yang tidak berfungsi atau koneksi kabel yang terputus, panel kontrol akan memberikan notifikasi atau pesan kesalahan yang spesifik. 
  5. Dirancang dengan kemampuan yang dapat diperluas dan diskalakan sehingga dapat mengakomodasi lebih banyak perangkat deteksi dibandingkan dengan panel kontrol konvensional, sehingga cocok untuk lingkungan yang membutuhkan sistem yang lebih besar dan kompleks.

Fire alarm control panel jenis addressable memungkinkan identifikasi lokasi yang presisi, pemantauan individu, serta kemampuan respons yang lebih efektif. 

4. Conventional Control Panel Fire Alarm

Panel Kontrol Alarm conventional adalah jenis panel kontrol yang umum digunakan dalam sistem alarm kebakaran. Sistem ini menggunakan zona atau loop untuk mengelompokkan perangkat deteksi, biasanya berupa detektor asap dan detektor panas. 

Karakteristik khusus dari conventional fire alarm control adalah:

  1. Membagi area yang akan diawasi ke dalam zona atau loop. Setiap zona biasanya terhubung dengan satu sirkuit kabel yang terhubung ke beberapa perangkat deteksi. Contohnya, zona 1 terhubung dengan detektor asap dan detektor panas di area tertentu, sementara zona 2 terhubung dengan detektor di area yang berbeda.
  2. Saat alarm aktif, panel kontrol akan memberikan peringatan umum tentang zona yang terkena dampak. Misalkan panel kontrol yang memberikan sinyal zona 1 terdeteksi asap atau kebakaran akan memberikan informasi yang mengindikasikan bahwa area tersebut berpotensi bahaya kebakaran, tetapi tidak memberikan identifikasi spesifik tentang perangkat deteksi yang teraktivasi.
  3. Dilengkapi dengan key switch yang dapat digunakan untuk mengaktifkan atau mematikan alarm. Perangkat ini memberikan pengendalian fisik yang diperlukan untuk mengelola sistem alarm kebakaran dengan mengontrol akses ke panel kontrol.
  4. Umumnya lebih sederhana dalam desain dan fungsionalitasnya dibandingkan dengan panel kontrol addressable atau intelligent dengan harga yang lebih murah.

Fire alarm control panel tipe conventional merupakan pilihan dengan harga lebih terjangkau daripada panel kontrol addressable atau intelligent. Sistem ini dapat diterapkan untuk kebutuhan skala kecil dengan kompleksitas rendah.

Baca juga: Jenis dan Rekomendasi Sistem Alarm Kebakaran

****

Untuk wilayah Indonesia, MBS merupakan salah satu rekomendasi untuk mendapatkan sistem alarm kebakaran kualitas terbaik termasuk fire alarm control panel yang sesuai dengan kompleksitas dan spesifikasi kebutuhan.

 

Read Next

Memahami Pengertian Logistik dalam Supply Chain
Feb 22, 2024
Dalam rantai pasokan (supply chain), pengertian logistik merujuk pada manajemen distribusi barang dan jasa dari titik produsen ke titik konsumen akhir.
Efisiensi Biaya Logistik adalah Strategi Supply Chain
Feb 21, 2024
Biaya logistik adalah semua jenis biaya yang dikeluarkan dalam proses pengadaan, perpindahan dan distribusi barang/material dalam sistem supply chain.
Jenis dan Cara Mengoptimalkan Solar Panel Efficiency
Jan 31, 2024
Artikel ini akan membahas tentang apa itu solar panel efficiency, jenis-jenisnya, cara mengoptimalkan, hingga faktor yang memengaruhi efisiensi panel surya.
Mengenal Jenis dan Tips Pemasangan Solar Panel System
Jan 29, 2024
Jika Anda tertarik pasang solar panel system di rumah maupun gedung bangunan, berikut informasi yang perlu diperhatikan. Simak artikel ini hingga tuntas!
Strategi Pengembangan Pasar: Pengertian, Tahapan, dan Tantangannya
Jan 29, 2024
Strategi pengembangan pasar menjadi cara yang banyak digunakan perusahaan terkemuka dunia. Cari tahu lebih jauh mengenai market development strategy di sini.
Cold Chain Logistics: Pengertian, Proses, dan Manfaatnya
Jan 27, 2024
Simak pembahasan lebih lanjut di bawah ini mengenai apa itu cold chain logistics hingga bagaimana perusahaan mengintegrasikan cold chain logistics.