Sistem Pemadam Kebakaran Gedung: Panduan Lengkap untuk Menjaga Keselamatan Anda

Posted on Jul 19, 2023

Sistem pemadam kebakaran gedung adalah serangkaian peralatan dan teknologi yang dirancang untuk mencegah dan memadamkan kebakaran di gedung-gedung.


Sistem pemadam kebakaran gedung adalah serangkaian peralatan dan teknologi yang dirancang untuk mencegah dan memadamkan kebakaran di gedung-gedung. Sistem ini terdiri dari beberapa komponen seperti sistem sprinkler, sistem hidran, dan alat pemadam api ringan (APAR)/fire extinguisher. Jenis sistem pemadam kebakaran gedung yang sering digunakan adalah fire sprinkler. Alat ini bekerja mendeteksi adanya kebakaran sejak dini karena fire sprinkler bisa langsung bekerja secara otomatis begitu suhu di dalam ruangan berubah.

sistem pemadam kebakaran gedung

Dalam sebuah gedung bertingkat, risiko kebakaran sangatlah tinggi. Oleh karena itu, sistem pemadam kebakaran gedung sangatlah penting untuk dipasang. Selain untuk mencegah terjadinya kebakaran, sistem ini juga berfungsi untuk mengurangi kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran. Pemasangan sistem pemadam kebakaran gedung harus memenuhi persyaratan teknis yang diatur dalam peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 26/PRT/M/2008 Tahun 2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.

Key Takeaways

  • Sistem pemadam kebakaran gedung terdiri dari beberapa komponen seperti sistem sprinkler, sistem hidran, dan alat pemadam api ringan (APAR)/fire extinguisher.
  • Pemasangan sistem pemadam kebakaran gedung harus memenuhi persyaratan teknis yang diatur dalam peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 26/PRT/M/2008 Tahun 2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.
  • Sistem pemadam kebakaran gedung sangat penting untuk dipasang karena risiko kebakaran di gedung bertingkat sangatlah tinggi.

Pengertian Sistem Pemadam Kebakaran Gedung

Sistem pemadam kebakaran gedung adalah serangkaian peralatan dan teknologi yang dirancang untuk mencegah dan memadamkan kebakaran di gedung-gedung. Sistem ini terdiri dari beberapa komponen seperti sistem sprinkler, sistem hidran, dan alat pemadam api ringan (APAR)/fire extinguisher. Proteksi aktif adalah salah satu jenis sistem pemadam kebakaran gedung yang menggunakan peralatan seperti sprinkler dan hidran untuk memadamkan api secara otomatis saat terjadi kebakaran.

Sistem pemadam kebakaran gedung sangat penting untuk meningkatkan keamanan gedung. Sebuah gedung yang dilengkapi dengan sistem pemadam kebakaran gedung akan lebih aman dan terhindar dari risiko kebakaran, sehingga dapat melindungi nyawa dan harta benda yang berada di dalamnya. Selain itu, sistem pemadam kebakaran gedung juga membantu meminimalkan kerusakan dan biaya yang diakibatkan oleh kebakaran.

Fire protection merupakan bagian dari sistem pemadam kebakaran gedung yang bertujuan untuk mengurangi risiko kebakaran dengan cara mengidentifikasi dan menganalisis kemungkinan terjadinya kebakaran. Dengan demikian, fire protection dapat membantu meningkatkan keselamatan dan keamanan gedung serta mencegah terjadinya kebakaran.

Dalam kesimpulannya, sistem pemadam kebakaran gedung adalah serangkaian peralatan dan teknologi yang sangat penting untuk meningkatkan keamanan gedung. Proteksi aktif dan fire protection merupakan bagian dari sistem pemadam kebakaran gedung yang bertujuan untuk mengurangi risiko kebakaran.

Komponen Utama dalam Sistem Pemadam Kebakaran Gedung

Sistem pemadam kebakaran gedung terdiri dari beberapa komponen utama yang harus dipahami dengan baik agar dapat berfungsi secara optimal. Berikut adalah penjelasan mengenai komponen utama dalam sistem pemadam kebakaran gedung:

Alat Pemadam Api

Alat pemadam api merupakan salah satu komponen utama dalam sistem pemadam kebakaran gedung. Alat pemadam api harus tersedia di setiap lantai gedung dan mudah dijangkau oleh penghuni gedung. Jenis alat pemadam api yang biasa digunakan adalah fire extinguisher atau APAR (alat pemadam api ringan). APAR terdiri dari berbagai jenis, seperti APAR kering, APAR karbon dioksida, APAR busa, dan APAR air. Jenis APAR yang digunakan harus disesuaikan dengan jenis kebakaran yang mungkin terjadi.

Sistem Sprinkler

Sistem sprinkler merupakan sistem pemadam kebakaran otomatis yang bekerja dengan cara menyemprotkan air ke seluruh ruangan ketika terjadi kebakaran. Sistem sprinkler terdiri dari beberapa komponen, seperti head sprinkler, heat detector, dan sumber air. Head sprinkler akan melepaskan air ketika terkena panas yang dihasilkan oleh api. Heat detector akan mendeteksi suhu yang meningkat akibat kebakaran dan mengaktifkan sistem sprinkler. Sumber air yang digunakan pada sistem sprinkler dapat berasal dari ground tank, pompa air, atau sumber air lainnya.

Wet Riser dan Dry Riser

Wet riser dan dry riser merupakan sistem pemadam kebakaran yang digunakan untuk gedung bertingkat. Wet riser system adalah sistem pemadam kebakaran yang selalu terisi air dan siap digunakan setiap saat. Dry riser system adalah sistem pemadam kebakaran yang tidak selalu terisi air dan harus diisi terlebih dahulu sebelum digunakan. Kedua sistem ini terdiri dari pipa yang terpasang di dalam gedung dan dilengkapi dengan nozzle yang dapat mengeluarkan air dengan tekanan tinggi.

Sistem Hydrant

Sistem hydrant merupakan sistem pemadam kebakaran yang menggunakan instalasi hydrant sebagai alat utama pemadam kebakaran. Sistem ini terdiri dari box hydrant dan accessories, pilar hydrant, dan siamese. Box hydrant dan accessories instalasinya (selang (hose), nozzle) biasanya ditempatkan dalam gedung, sebagai antisipasi jika sistem sprinkler dan wet riser/dry riser tidak mampu memadamkan api. Pilar hydrant dan siamese terletak di luar gedung dan digunakan untuk menghubungkan selang pemadam kebakaran ke sumber air.

Dilansir dari osmomarina, Pompa pemadam kebakaran merupakan komponen krusial dalam sistem hydrant. Fungsi utama dari pompa pemadam kebakaran adalah untuk memberikan tekanan air yang cukup dari sumber air ke sistem hydrant. Pompa ini harus memiliki kapasitas yang cukup untuk menyuplai air ke seluruh sistem dengan tekanan yang cukup tinggi, terutama dalam gedung bertingkat tinggi di mana tekanan air harus mencapai lantai atas.

Pompa pemadam kebakaran biasanya ditempatkan di ruang pompa khusus dan dilengkapi dengan sistem kontrol otomatis. Sistem ini akan memantau tekanan air dan secara otomatis mengaktifkan pompa ketika tekanan air turun di bawah nilai yang ditetapkan, misalnya, ketika sistem hydrant atau sprinkler diaktifkan karena adanya kebakaran.

Pemilihan pompa pemadam kebakaran harus mempertimbangkan berbagai faktor, seperti kapasitas dan ketinggian gedung, jarak dari sumber air, dan jumlah hydrant atau sprinkler dalam sistem. Pompa harus dirawat secara rutin untuk memastikan kinerjanya optimal dan dapat diandalkan saat diperlukan.

Dengan memasukkan pompa pemadam kebakaran yang tepat, sistem hydrant akan lebih efektif dalam memadamkan kebakaran dan melindungi gedung serta penghuninya dari risiko kerusakan akibat kebakaran.

sistem alarm kebakaran

Sistem Alarm Kebakaran

Sistem alarm kebakaran merupakan sistem yang digunakan untuk memberi tahu penghuni gedung dan petugas pemadam kebakaran bahwa terjadi kebakaran. Sistem alarm kebakaran terdiri dari beberapa komponen, seperti smoke detector, heat detector, alarm bell, dan control panel. Smoke detector akan mendeteksi adanya asap akibat kebakaran dan mengaktifkan alarm. Heat detector akan mendeteksi suhu yang meningkat akibat kebakaran dan mengaktifkan alarm. Alarm bell akan memberi tahu penghuni gedung dan petugas pemadam kebakaran bahwa terjadi kebakaran. Control panel akan mengatur dan memonitor sistem alarm kebakaran.

Dalam keseluruhan sistem pemadam kebakaran gedung, sumber air merupakan komponen yang sangat penting. Sumber air harus tersedia dalam jumlah yang cukup dan mudah dijangkau oleh petugas pemadam kebakaran. Sumber air yang biasa digunakan pada sistem pemadam kebakaran gedung antara lain ground tank, pompa air, dan sumber air lainnya.

Risiko dan Bahaya Kebakaran

Kebakaran adalah risiko yang serius bagi gedung dan penghuninya. Risiko kebakaran dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Bahaya kebakaran berat dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada gedung dan bahkan mengancam keselamatan jiwa. Bahaya kebakaran ringan juga dapat menyebabkan kerusakan pada gedung dan peralatan, serta dapat mengganggu kegiatan sehari-hari.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kebakaran di gedung, termasuk instalasi listrik yang buruk, penggunaan bahan bakar yang tidak aman, dan kurangnya perawatan pada sistem pemadam kebakaran. Selain itu, penggunaan peralatan yang tidak aman dan kurangnya kesadaran akan bahaya kebakaran juga dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Untuk mencegah risiko kebakaran, penting untuk memiliki sistem pemadam kebakaran yang efektif dan teratur dalam melakukan perawatan dan pengujian. Sistem pemadam kebakaran harus mencakup alat dan peralatan yang memadai, seperti sprinkler, alarm kebakaran, dan peralatan pemadam kebakaran portabel.

Selain itu, penting untuk memiliki prosedur evakuasi yang jelas dan dilatih secara teratur untuk memastikan keselamatan penghuni gedung dalam situasi kebakaran. Seluruh penghuni gedung harus dilatih untuk mengenali tanda-tanda bahaya kebakaran dan tahu bagaimana cara bertindak dalam situasi darurat.

Dalam kesimpulannya, risiko dan bahaya kebakaran adalah masalah serius yang harus diatasi dengan serius. Dengan memiliki sistem pemadam kebakaran yang efektif dan teratur dalam melakukan perawatan dan pengujian, serta prosedur evakuasi yang jelas dan dilatih secara teratur, dapat membantu mengurangi risiko kebakaran dan menjaga keselamatan penghuni gedung.

Keselamatan dan Keamanan Gedung

Keselamatan dan keamanan gedung merupakan dua hal yang sangat penting untuk diperhatikan dan dipenuhi. Gedung tinggi memerlukan sistem proteksi kebakaran yang baik dan terintegrasi untuk mencegah terjadinya kerugian besar akibat kebakaran. Sistem proteksi kebakaran meliputi sistem pemadam kebakaran aktif dan pasif.

Sistem pemadam kebakaran aktif meliputi instalasi hydrant, sprinkler, fire alarm, dan fire suppression system. Sementara itu, sistem pemadam kebakaran pasif meliputi penggunaan material tahan api, pintu dan jendela tahan api, serta penggunaan tangga darurat dan lift darurat.

Selain sistem proteksi kebakaran, keselamatan dan keamanan gedung juga meliputi penggunaan lift yang aman dan teratur. Lift yang baik harus memenuhi standar keselamatan dan keamanan yang ditetapkan oleh pihak berwenang.

Dalam hal keamanan, gedung tinggi juga harus dilengkapi dengan sistem pengamanan yang baik seperti CCTV, sistem keamanan pintu masuk, dan petugas keamanan yang berjaga selama 24 jam. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tindakan kriminal dan memastikan keselamatan penghuni gedung.

Dengan memenuhi standar keselamatan dan keamanan gedung, maka penghuni gedung dapat merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kesimpulan

Dalam artikel ini, telah dibahas mengenai sistem pemadam kebakaran gedung. Terdapat beberapa jenis sistem pemadam kebakaran gedung yang dapat dipilih, seperti fire sprinkler system, fire protection system, sistem hidran, dan halon. Setiap sistem memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih sistem yang tepat.

Fire sprinkler system adalah sistem yang paling umum digunakan di gedung-gedung modern. Sistem ini bekerja dengan cara melepaskan air kecil dari sprinkler ketika suhu ruangan mencapai batas tertentu. Sistem ini cukup efektif dalam memadamkan kebakaran, namun bisa memicu kerusakan air pada gedung.

Fire protection system adalah sistem yang dirancang untuk melindungi gedung dari bahaya kebakaran. Sistem ini terdiri dari beberapa komponen, seperti alarm kebakaran, sistem pemadam kebakaran, dan sistem pencahayaan darurat. Sistem ini sangat efektif dalam mencegah kebakaran dan memberikan perlindungan terhadap gedung.

Sistem hidran adalah sistem pemadam kebakaran yang menggunakan air bertekanan untuk memadamkan kebakaran. Sistem ini mudah dipasang dan relatif murah, namun membutuhkan ruang penyimpanan yang cukup besar. Sistem ini juga memerlukan perawatan dan uji coba rutin untuk memastikan ketersediaan air yang cukup dalam situasi darurat.

Halon adalah sistem pemadam kebakaran yang menggunakan gas untuk memadamkan kebakaran. Sistem ini sangat efektif dalam memadamkan kebakaran, namun memiliki dampak lingkungan yang buruk. Penggunaan halon telah dilarang di beberapa negara, dan digantikan dengan sistem pemadam kebakaran yang lebih ramah lingkungan.

Dalam memilih sistem pemadam kebakaran gedung yang tepat, perlu mempertimbangkan faktor-faktor seperti ukuran gedung, jenis kegiatan yang dilakukan di dalam gedung, dan budget yang tersedia. Dengan memilih sistem yang tepat, dapat memastikan keselamatan penghuni gedung dan mencegah kerugian besar akibat kebakaran.

Read Next

Memahami Pengertian Logistik dalam Supply Chain
Feb 22, 2024
Dalam rantai pasokan (supply chain), pengertian logistik merujuk pada manajemen distribusi barang dan jasa dari titik produsen ke titik konsumen akhir.
Efisiensi Biaya Logistik adalah Strategi Supply Chain
Feb 21, 2024
Biaya logistik adalah semua jenis biaya yang dikeluarkan dalam proses pengadaan, perpindahan dan distribusi barang/material dalam sistem supply chain.
Jenis dan Cara Mengoptimalkan Solar Panel Efficiency
Jan 31, 2024
Artikel ini akan membahas tentang apa itu solar panel efficiency, jenis-jenisnya, cara mengoptimalkan, hingga faktor yang memengaruhi efisiensi panel surya.
Mengenal Jenis dan Tips Pemasangan Solar Panel System
Jan 29, 2024
Jika Anda tertarik pasang solar panel system di rumah maupun gedung bangunan, berikut informasi yang perlu diperhatikan. Simak artikel ini hingga tuntas!
Strategi Pengembangan Pasar: Pengertian, Tahapan, dan Tantangannya
Jan 29, 2024
Strategi pengembangan pasar menjadi cara yang banyak digunakan perusahaan terkemuka dunia. Cari tahu lebih jauh mengenai market development strategy di sini.
Cold Chain Logistics: Pengertian, Proses, dan Manfaatnya
Jan 27, 2024
Simak pembahasan lebih lanjut di bawah ini mengenai apa itu cold chain logistics hingga bagaimana perusahaan mengintegrasikan cold chain logistics.