Memahami Green Energy untuk Lingkungan yang Berkelanjutan

Posted on Jan 19, 2024

Artikel ini akan membahas lebih mendalam tentang green energy, mulai dari pengertian, cara kerja, dan jenis-jenis energi hijau yang ada. Simak hingga tuntas!


Beralih dari sumber energi konvensional ke energi terbarukan menjadi perlu ketika kita semakin menyadari dampaknya terhadap lingkungan. Energi hijau menjadi solusi untuk mencapai keberlanjutan yang lebih besar dalam jaringan listrik manusia. Meskipun istilah ini mungkin membingungkan bagi sebagian orang, sebenarnya green energy atau energi hijau merujuk pada energi terbarukan oleh orang lain.

Memahami Green Energy untuk Lingkungan yang BerkelanjutanKey Takeaways

  • Energi terbarukan disebut dengan energi hijau karena berasal dari sumber daya alam yang disediakan bumi.
  • Manfaat utama energi hijau adalah sangat minim memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.

Salah satu hal yang dimiliki oleh energi hijau, bersih, dan terbarukan adalah penggunaannya yang semakin meningkat dalam menghasilkan listrik. Hal ini untuk menggantikan penggunaan bahan bakar fosil, seperti batu bara dan gas, yang menjadi penyebab utama perubahan iklim. Kunci sumber daya energi ini adalah tidak menyebabkan kerusakan lingkungan, termasuk pelepasan gas rumah kaca ke atmosfer.

Lalu, apa sebenarnya green energy atau energi hijau? Artikel ini akan membahas lebih mendalam tentang green energy, mulai dari pengertian, cara kerja, dan jenis-jenis energi hijau yang ada.

 

Apa itu Green Energy atau Energi Hijau?

Ketika membicarakan energi hijau, kita berbicara tentang alternatif yang lebih bersih dan berkelanjutan untuk energi fosil, seperti minyak, gas, dan batu bara. Berbeda dengan energi fosil, produksi energi ini tidak melepaskan gas rumah kaca beracun ke atmosfer.

Dengan demikian, green energy memberikan dampak yang minim atau bahkan tidak ada pada lingkungan. Pilihan ini menjadi kunci untuk mencapai keberlanjutan, dengan beralih ke sumber energi yang tak terbatas dan tidak merusak lingkungan.

Energi hijau dinamakan demikian karena berasal dari sumber daya alam yang disediakan oleh bumi. Warna hijau sering kali dihubungkan dengan kesehatan, alam, dan keberlanjutan, sehingga logis jika energi terbarukan diasosiasikan dengan warna yang mencerminkan kealamian.

Salah satu bentuk energi hijau yang paling dikenal adalah energi surya. Matahari adalah sumber energi yang melimpah di bumi, dan dengan menggunakan panel surya, kita dapat mengubah sinar matahari menjadi listrik yang dapat digunakan untuk rumah tangga, bisnis, bahkan kota-kota. Inilah salah satu langkah nyata menuju masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

 

Bagaimana Cara Kerja Energi Hijau?

Bagaimana Cara Kerja Energi Hijau?Sebagai penyedia energi, energi hijau biasanya berasal dari teknologi energi terbarukan, seperti energi surya, tenaga angin, biomassa, dan pembangkit listrik tenaga air. Setiap teknologi ini bekerja dengan cara yang berbeda, entah itu menangkap tenaga dari matahari menggunakan panel surya, atau memanfaatkan turbin angin atau aliran air untuk menghasilkan energi.

Agar dianggap sebagai energi hijau, sumber daya tersebut tidak boleh menciptakan polusi, seperti yang terjadi pada bahan bakar fosil. Ini berarti tidak semua sumber yang digunakan dalam industri energi terbarukan benar-benar ramah lingkungan.

Sebagai contoh, meskipun pembangkit listrik yang menggunakan bahan organik dari hutan lestari dapat dianggap sebagai pembangkit listrik terbarukan, namun belum tentu bersahabat dengan lingkungan karena proses pembakaran menghasilkan CO2.

Sumber energi ramah lingkungan sekaligus energi bersih umumnya dihasilkan secara alami, berbeda dengan sumber bahan bakar fosil seperti gas alam atau batu bara, yang membutuhkan waktu jutaan tahun untuk berkembang. Sumber daya ini juga sering kali menghindari kegiatan penambangan atau pengeboran yang dapat merusak ekosistem. Dengan demikian, energi hijau menjadi pilihan yang lebih berkelanjutan dan memperhatikan keseimbangan lingkungan.

 

Mengapa Energi Hijau itu Penting?

Manfaat utama energi hijau adalah minimnya dampak negatif terhadap lingkungan. Sumber energi ramah lingkungan, seperti tenaga angin dan surya menjadi pilihan utama untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yang berbahaya.

Energi yang bersahabat dengan lingkungan juga memberikan manfaat positif bagi kesehatan fisik karena tidak mencemari udara dan air. Oleh karena itu, penting untuk lebih fokus pada sumber energi terbarukan yang memberikan dampak kerusakan yang lebih rendah dibandingkan dengan sumber energi yang tidak berkelanjutan.

Keuntungan lain dari energi hijau adalah sumber daya alam yang digunakan untuk menghasilkan energi terbarukan ini tidak akan habis seiring berjalannya waktu. Misalnya, tenaga surya tersedia selama matahari bersinar, energi angin tersedia ketika angin bertiup, dan pembangkit listrik tenaga air akan terus beroperasi selama danau, sungai, dan aliran sungai tetap ada. Ini menunjukkan betapa berkelanjutannya energi hijau dan bagaimana kita dapat mengandalkan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan energi kita.

 

Apa Saja Jenis-Jenis Sumber Energi Hijau?

Apa Saja Jenis-Jenis Sumber Energi Hijau?Ada beberapa jenis-jenis sumber energi hijau yang umum ditemui. Berikut adalah penjelasannya:

1. Tenaga Surya

Tenaga surya adalah sumber energi bersih yang berasal langsung dari matahari, dan kita tahu bahwa matahari adalah sumber energi yang sangat melimpah di bumi. Jenis energi terbarukan yang umum ini biasanya dihasilkan menggunakan sel fotovoltaik, yang dapat menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi listrik melalui panel surya.

Selain digunakan untuk menghasilkan listrik, tenaga surya juga dapat dimanfaatkan untuk memanaskan bangunan, air panas, serta digunakan untuk keperluan memasak dan penerangan. Saat ini, tenaga surya sudah cukup terjangkau untuk digunakan di rumah tangga, bahkan untuk penerangan taman. Tidak hanya itu, tenaga surya juga digunakan dalam skala yang lebih besar untuk menyediakan daya bagi seluruh lingkungan.

2. Tenaga Angin

Turbin angin berperan dalam mengubah energi angin menjadi energi kinetik, yang selanjutnya diubah menjadi listrik. Kelebihan dari energi angin, yaitu merupakan sumber energi yang tak terbatas dan tidak menghasilkan emisi karbon.

Sumber energi angin ini sangat sesuai untuk lokasi lepas pantai dan dataran tinggi, dimana energi angin menggunakan kekuatan aliran udara di seluruh dunia untuk mendorong turbin yang kemudian menghasilkan listrik.

3. Pembangkit Listrik Tenaga Air

Energi air juga merupakan contoh penting dari energi hijau. Sebagai pembangkit listrik tenaga air, jenis energi ramah lingkungan ini memanfaatkan aliran air di sungai, sungai kecil, bendungan, atau lokasi lain untuk menghasilkan listrik.

Bahkan, pembangkit listrik tenaga air dapat beroperasi dalam skala kecil dengan menggunakan aliran air melalui pipa-pipa di rumah atau dapat berasal dari penguapan, curah hujan, atau pasang-surut air laut.

4. Biomassa

Biomassa merujuk pada bahan organik, seperti sisa-sisa pertanian, potongan kayu, dan tanaman yang digunakan untuk menciptakan energi. Sumber daya terbarukan ini perlu dikelola dengan hati-hati agar bisa disebut sebagai sumber energi yang ramah lingkungan.

Pembangkit listrik biomassa menggunakan limbah kayu, serbuk gergaji, dan sisa-sisa pertanian yang mudah terbakar untuk menghasilkan energi. Walaupun pembakaran bahan-bahan ini mengeluarkan gas rumah kaca, jumlah emisi nya tetap lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar dari minyak bumi.

Baca juga: Mengenal Konsep Green Building untuk Mencegah Global Warming

 

Percayakan Pemasangan Panel Tenaga Surya Kepada Ahlinya

Instalasi panel solar untuk keberhasilan sistem otomatisasi gedung merupakan proses kolektif yang melibatkan proses integrasi berbagai utilitas gedung yang menggunakan energi listrik tersebut. Dalam hal ini, MBS menyediakan solusi lengkap mulai dari produk hingga maintenance. Kunjungi website kami untuk mengetahui lebih lanjut!

Read Next

Memahami Pengertian Logistik dalam Supply Chain
Feb 22, 2024
Dalam rantai pasokan (supply chain), pengertian logistik merujuk pada manajemen distribusi barang dan jasa dari titik produsen ke titik konsumen akhir.
Efisiensi Biaya Logistik adalah Strategi Supply Chain
Feb 21, 2024
Biaya logistik adalah semua jenis biaya yang dikeluarkan dalam proses pengadaan, perpindahan dan distribusi barang/material dalam sistem supply chain.
Jenis dan Cara Mengoptimalkan Solar Panel Efficiency
Jan 31, 2024
Artikel ini akan membahas tentang apa itu solar panel efficiency, jenis-jenisnya, cara mengoptimalkan, hingga faktor yang memengaruhi efisiensi panel surya.
Mengenal Jenis dan Tips Pemasangan Solar Panel System
Jan 29, 2024
Jika Anda tertarik pasang solar panel system di rumah maupun gedung bangunan, berikut informasi yang perlu diperhatikan. Simak artikel ini hingga tuntas!
Strategi Pengembangan Pasar: Pengertian, Tahapan, dan Tantangannya
Jan 29, 2024
Strategi pengembangan pasar menjadi cara yang banyak digunakan perusahaan terkemuka dunia. Cari tahu lebih jauh mengenai market development strategy di sini.
Cold Chain Logistics: Pengertian, Proses, dan Manfaatnya
Jan 27, 2024
Simak pembahasan lebih lanjut di bawah ini mengenai apa itu cold chain logistics hingga bagaimana perusahaan mengintegrasikan cold chain logistics.